Skip to main content
22 Desember 2025
# Topik
Ayo Terhubung

Peretas Mengincar Windows 10: Lakukan Satu Hal Ini Agar Tetap Aman

22 Desember 2025
 

 Dukungan (support) Windows 10 resmi berakhir pada 14 Oktober 2025. Dan ketika sebuah OS masuk fase “end of support”, ia berubah jadi target empuk: bukan karena Windows 10 tiba-tiba “rusak”, tapi karena jaring pengaman keamanannya dicabut.

Masalahnya, solusi “yaudah upgrade aja” sering terdengar seperti saran dari planet lain. Banyak PC lama tidak kompatibel dengan Windows 11. Belum lagi realitas di Indonesia: laptop kantor yang dipakai bertahun-tahun, PC rumahan yang “masih kuat buat kerja”, atau budget upgrade yang harus bersaing dengan kebutuhan lain. Jadi pertanyaannya lebih realistis begini:

  • Boleh nggak tetap pakai Windows 10 setelah support berakhir?

  • Risikonya apa saja?

  • Apa yang paling efektif dilakukan agar tetap aman?

Jawabannya: bisa, tapi kamu perlu lebih proaktif. Dan “satu hal” paling berdampak yang bisa kamu lakukan adalah: pasang antivirus yang kuat dan pastikan selalu up to date (bukan cuma “terpasang”). Kita bahas pelan-pelan.

DAFTAR ISI

Windows 10 Tidak “Mati” Mendadak—Tapi Safety Net-nya Hilang

Kamu mungkin tidak merasakan perubahan dramatis pada 14 Oktober 2025. PC tidak mendadak mati. Aplikasi masih jalan. Internet masih bisa dibuka. Yang berubah justru sesuatu yang tidak terlihat: patch keamanan.

Efeknya biasanya baru “terasa” saat kamu:

  • mencoba minta bantuan resmi dan mendapati dukungan teknis sudah tidak tersedia, atau

  • membuka Windows Update dan melihat peringatan semacam “perangkat Anda tidak lagi menerima pembaruan keamanan”.

Intinya sederhana: Windows 10 tidak lagi menerima pembaruan keamanan rutin. Dan di dunia keamanan siber, “tidak ada patch” itu seperti rumah yang pintunya tetap bisa dikunci—tapi lubang di temboknya dibiarkan.


Apakah Tetap di Windows 10 Itu Berisiko?

Ya—risikonya naik dari waktu ke waktu.

Bayangkan keamanan digital itu seperti tug of war antara dua kubu:

  • kubu “Dark Side” (pembuat malware, pencari celah),

  • kubu defense (antivirus, firewall, peneliti keamanan, vendor OS).

Selama Windows 10 masih didukung, Microsoft ikut “narik tali” dengan menutup celah keamanan lewat patch rutin. Setelah support selesai, tarikan itu melemah drastis. Kamu mungkin masih aman beberapa waktu “karena inersia”—tapi makin lama, makin berat.

Dua risiko terbesar:

1) Celah keamanan baru tidak ditambal

Kalau peneliti (atau penjahat siber) menemukan vulnerability baru, Windows 10 tidak otomatis dapat patch seperti dulu—kecuali kasus tertentu yang benar-benar ekstrem.

2) Kompatibilitas software & hardware makin seret

Ini sering kejadian di dunia nyata: kamu beli perangkat baru (misalnya printer, scanner, atau 3D printer), ternyata drivernya tidak mendukung Windows 10. Atau kamu mau pakai versi aplikasi terbaru, tapi syarat minimalnya Windows 11.

Masalahnya bukan sekadar “nggak bisa install”—kadang aplikasi yang kamu butuhkan untuk kerja jadi tertahan di versi lama. Dan versi lama, sering kali: lebih rentan.


Extended Security Updates: “Tali Pengaman Terakhir” untuk Windows 10

Kabar baiknya, ada opsi “perpanjangan napas” bernama Extended Security Updates (ESU) untuk pengguna konsumen.

Microsoft menawarkan ESU konsumen yang memberi pembaruan keamanan sampai 13 Oktober 2026.

Penting: ESU itu bukan “menghidupkan Windows 10 seperti dulu”. ESU fokusnya keamanan—bukan fitur baru, bukan peningkatan produk, dan bukan dukungan teknis penuh.

Cara memenuhi syarat ESU (gambaran umum)

Agar bisa mendaftar ESU, biasanya kamu perlu:

  • Windows 10 edisi konsumen yang memenuhi ketentuan,

  • Windows 10 dalam kondisi fully up to date,

  • akun Windows yang dipakai punya hak Administrator,

  • dan memenuhi metode pendaftaran ESU yang dipilih.

Tiga opsi untuk ikut ESU (konsumen)

Microsoft menyediakan 3 jalur pendaftaran ESU:

  • Gratis jika kamu menyinkronkan pengaturan/backup melalui Windows Backup (sync ke akun Microsoft).

  • Menukar 1.000 Microsoft Rewards points.

  • Membayar biaya sekali sebesar US$30 (atau ekuivalen lokal + pajak).

Bonus detail yang sering terlewat: satu lisensi ESU bisa dipakai hingga 10 perangkat (dengan akun terkait), sesuai ketentuan program.

Untuk organisasi/bisnis, skema ESU berbeda (dan biasanya lebih mahal + bisa multi-tahun). Artikel ini fokusnya pengguna rumahan/kantor kecil.

“Satu Hal” yang Paling Penting: Antivirus Kuat yang Selalu Update

Kalau kamu hanya melakukan satu langkah untuk bertahan di Windows 10 pasca-support, lakukan ini:

✅ Install antivirus yang kuat + pastikan update aktif

Bukan sekadar “ada antivirus”, tapi:

  • databasenya (security intelligence/definitions) selalu terbarui,

  • proteksi real-time aktif,

  • dan kamu cek berkala (jangan asumsi “pasti jalan”).

Kenapa ini yang paling penting?

Karena agar sebuah exploit bekerja, penyerang tetap harus “mengantar” malware ke PC kamu: lewat file, email, link, installer palsu, iklan berbahaya, atau aplikasi bajakan. Antivirus yang bagus biasanya:

  • mendeteksi file jahat sebelum dijalankan (quarantine),

  • dan kalau lolos pun, behavior-based detection bisa menangkap perilaku mencurigakan saat malware mulai beraksi.

Microsoft Defender masih dapat update—tapi jangan salah paham

Microsoft memang mengumumkan update “security intelligence” untuk Microsoft Defender Antivirus di Windows 10 akan berlanjut sampai Oktober 2028.

Itu membantu, tapi ingat bedanya:

  • Defender update = mengenali ancaman/malware yang baru.

  • Windows security patch = menutup lubang di OS.

Kalau OS tidak ditambal, ancaman “exploit tanpa patch” akan makin relevan. Jadi Defender/antivirus itu tameng, bukan tukang bangunan yang menambal dinding.

Cara cepat memastikan antivirus “benar-benar hidup”

Masukkan ini ke kebiasaan bulanan (5 menit saja):

  • Cek status: “Real-time protection ON”

  • Cek waktu update terakhir (definitions)

  • Jalankan quick scan

  • Pastikan lisensi/masa aktif (untuk antivirus berbayar) masih valid

Kalau kamu pengin langkah yang lebih praktis dan gampang diikuti, mulai dari panduan memilih antivirus untuk Windows. Setelah itu, cek juga cara cek virus di Windows 10 supaya kamu tahu indikator “aman” yang benar. Terakhir, rapikan kebiasaan online lewat tips keamanan saat browsing internet—karena celah paling sering justru datang dari link, unduhan, dan klik refleks.


Kalau Mau Lebih Aman: Upgrade ke Security Suite

Antivirus itu fondasi. Tapi kalau kamu ingin lapisan ekstra (apalagi untuk PC kerja), pertimbangkan naik kelas ke security suite.

Banyak security suite menyertakan:

  • Firewall yang lebih pintar (bukan sekadar “on/off”)

  • Proteksi khusus terhadap exploit (serangan yang memanfaatkan celah OS)

  • Proteksi web (blok situs phishing/malicious)

  • Kadang ada password manager atau kontrol privasi

Di konteks Windows 10 tanpa patch rutin, fitur anti-exploit di firewall/suite bisa jadi pembeda besar.

VPN: berguna, tapi bukan “jimat”

VPN membantu dengan membuat “pagar” antara kamu dan situs berbahaya (kamu terlihat dari sisi server VPN). Tapi VPN bukan pengganti:

  • antivirus,

  • kebiasaan klik yang aman,

  • dan update software.

Realitas di Indonesia: Windows 10 Masih Dominan

Kalau kamu merasa “kok banyak banget yang masih pakai Windows 10?”, itu bukan perasaan doang. Data StatCounter (November 2025) menunjukkan:

  • Global: Windows 11 ~53,7% dan Windows 10 ~42,6%.

  • Indonesia: Windows 10 masih sekitar 67,85%, sementara Windows 11 sekitar 31,29%.

Artinya, strategi “aman di Windows 10” ini masih relevan untuk banyak orang—terutama di lingkungan kantor, sekolah, dan UMKM yang infrastrukturnya bertahap.


Checklist Praktis: Cara Mengurangi Risiko Jika Tetap Pakai Windows 10

Kalau kamu ingin versi yang bisa langsung dipraktikkan, ini checklist yang paling “ngena”:

A) Prioritas tinggi (wajib)

  • Aktifkan/ikut ESU (kalau memungkinkan) agar tetap dapat update keamanan sampai 13 Oktober 2026.

  • Install antivirus yang kuat dan pastikan update aktif setiap hari.

  • Update browser (Edge/Chrome/Firefox) secara rutin—karena browser adalah pintu masuk utama.

  • Jangan jalankan aktivitas harian pakai akun Admin (gunakan akun standar untuk pemakaian biasa).

B) Prioritas menengah (sangat disarankan)

  • Aktifkan backup rutin (Windows Backup / cloud / external drive).

  • Gunakan autentikasi tambahan (2FA) di email dan akun penting.

  • Matikan macro Office kalau kamu sering dapat dokumen dari luar.

  • Waspadai installer “gratisan” dari situs random—ini jalur favorit adware/malware.

C) Prioritas situasional

  • Pakai VPN kalau sering WiFi publik atau kerja remote.

  • Pertimbangkan security suite jika PC dipakai untuk transaksi/kerja sensitif.

  • Batasi ekstensi browser ke yang benar-benar perlu.


FAQ Singkat (Biar Nggak Salah Kaprah)

Apakah Windows 10 langsung berbahaya setelah 14 Oktober 2025?
Tidak “langsung meledak”, tapi sejak saat itu kamu berjalan tanpa patch rutin. Risiko meningkat seiring waktu.

Kalau Defender masih update sampai 2028, berarti aman dong?
Defender update membantu mendeteksi malware baru, tapi tidak menutup celah OS. Untuk risiko exploit, patch OS tetap penting.

Apakah ESU itu wajib?
Kalau kamu harus tetap di Windows 10, ESU adalah opsi paling masuk akal untuk menunda “security cliff” setahun. ESU konsumen berlaku sampai 13 Oktober 2026.

Apa alternatif selain upgrade Windows 11?
Untuk sebagian orang: ganti perangkat, atau pindah OS (Linux), atau menjadikan PC Windows 10 sebagai mesin offline/terbatas untuk tugas tertentu. (Tapi ini tergantung kebutuhan aplikasi kamu.)


Windows 10 Masih Bisa Dipakai, Tapi Jangan Pasif

Windows 10 tidak akan berhenti bekerja. Yang berhenti adalah “support layer” yang selama ini diam-diam melindungi kamu.

Kalau kamu belum bisa (atau belum mau) upgrade, langkah paling efektif adalah:

  1. ikut ESU bila memungkinkan, dan

  2. lakukan “satu hal” yang paling berdampak: gunakan antivirus yang kuat dan selalu update.

Dengan kebiasaan yang tepat, kamu masih bisa menjalankan Windows 10 dengan lebih aman—asal tidak menganggap situasinya “sama seperti dulu”.


Atribusi Sumber

Artikel ini merupakan terjemahan dan adaptasi dari tulisan Neil J. Rubenking yang dipublikasikan di PCMag pada 17 Desember 2025, berjudul Hackers Are Targeting Windows 10. Do This One Thing to Stay Safe.

Kalau Windows 10 Masih Jadi “Mesin Utama” di Rumah/Usaha, Jangan Dibiarkan Jalan Sendiri

Setelah Windows 10 end of support, tantangannya bukan cuma “sekali beres” pasang antivirus. Yang lebih sering bikin orang kecolongan justru hal-hal kecil yang menumpuk: lupa update, klik link yang mirip asli, instal aplikasi “gratisan”, atau backup yang ternyata belum pernah dicek bisa dipulihkan. Di sinilah pendampingan rutin jadi terasa bedanya—bukan bikin kamu paranoid, tapi bikin kamu lebih tenang.

Kalau kamu ingin Windows 10 tetap nyaman dipakai untuk kerja, jualan, dan aktivitas keluarga, Rizal IT Consulting siap jadi “teman teknis” yang bisa kamu hubungi secara berkala. Kita rapikan keamanan pelan-pelan, pakai bahasa awam, dan fokus ke hal yang paling berdampak.

Yang kamu dapatkan lewat pendampingan rutin:

  • Cek kesehatan keamanan bulanan: antivirus benar-benar aktif, update penting aman, dan setelan yang sering terlewat

  • Penguatan kebiasaan aman yang gampang diikuti (anti-phishing, anti-ransomware, anti-“klik refleks”)

  • Backup yang beneran siap pakai: bukan cuma ada, tapi bisa dipulihkan saat dibutuhkan

  • Tanya-jawab cepat saat ada hal mencurigakan (email aneh, pop-up, file asing, performa tiba-tiba berat)

  • Panduan ringkas untuk anggota keluarga/tim—biar semua orang ikut aman, bukan cuma pemilik perangkat

📩 Rizal IT Consulting
Email:
WhatsApp: 0857-1587-2597 | 0813-8229-7207
Operasional: Sabtu–Kamis, 08.00–17.30 WIB
Layanan tersedia online untuk seluruh Indonesia.

Blog ini didukung oleh pembaca. Rizal IT Consulting dapat memperoleh komisi afiliasi ketika Anda bertransaksi di tautan yang ditampilkan di situs ini. Ikuti kami juga di Google News Publisher untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru. Info lanjut, kolaborasi, sponsorship dan promosi, ataupun kerjasama, bisa menghubungi: 0857-1587-2597 | 0813-8229-7207 | .

 

✓ Link berhasil disalin!
Foto Rizal Consulting
Full-time Freelancer
🗓️ Sejak 2006 💻 Sabtu - Kamis ⏰ 08-17 WIB ☎️ 0813-8229-7207 📧