Skip to main content

Review Jutoh: Software Pembuat Ebook Jutoh, Worth Dicoba atau Skip Saja?

02 September 2026
 

Bagi penulis indie dan penerbit mandiri yang sedang mencari software pembuat ebook, nama Jutoh mungkin sudah sering wara-wiri di forum-forum self-publishing. Artikel review Jutoh ini akan mengupas tuntas semua hal penting soal software ini — mulai dari harga, fitur, sampai kelebihan dan kekurangan Jutoh — supaya di akhir artikel, pembaca sudah punya gambaran jelas apakah software ini cocok dipakai atau tidak.

 


DAFTAR ISI

Kelebihan dan Kekurangan Jutoh

Kelebihan

  • Kemampuan pembuatan ebook yang mendalam dan detail
  • Pilihan format impor dan ekspor yang sangat beragam
  • Bisa pratinjau tampilan Kindle (lewat aplikasi terpisah Kindle Previewer)
  • Bisa pratinjau EPUB (lewat Adobe InDesign atau software sejenis)
  • Harga terjangkau
  • Tersedia versi trial gratis meski terbatas
  • Punya fitur deteksi error otomatis
  • Ada fitur target menulis (writing goals)
  • Kompatibel dengan banyak sistem operasi

Kekurangan

  • Hanya bisa membuat ebook, tidak ada opsi PDF siap cetak
  • Tampilan antarmuka terkesan jadul
  • Antarmuka terasa berantakan
  • Terlalu banyak opsi dan fitur yang justru bikin distraksi
  • Kurva belajar yang cukup curam
  • Tidak terlalu intuitif buat pemula

Kesimpulan Singkat

Bagi kebanyakan penulis, Jutoh mungkin terasa terlalu rumit dan terlalu banyak fitur. Software ini memang punya beberapa keunggulan menarik, tapi semuanya jadi kurang terasa karena tenggelam di antara opsi yang bertumpuk-tumpuk, dan sebenarnya tidak ada fitur di Jutoh yang benar-benar tidak dimiliki software format ebook lain. Ketiadaan opsi PDF siap cetak juga jadi kekurangan besar.

Kecuali untuk penulis yang banyak menyisipkan gambar, tabel, dan grafik di dalam bukunya, memakai tool seperti Atticus — salah satu alternatif Jutoh yang cukup populer — jauh lebih efisien untuk memformat buku. Meski harganya sedikit lebih mahal, waktu dan tenaga yang dihemat jelas sepadan.

Apa Itu Jutoh?

Jutoh adalah tool menulis dan memformat ebook buatan Anthemion Software Ltd, perusahaan software asal Inggris. Software ini punya sederet fitur yang dirancang untuk membantu penulis membuat dan menghasilkan ebook untuk hampir semua toko buku digital besar. Singkatnya, Jutoh adalah pengolah kata yang cukup kompleks, khusus dirancang untuk keperluan format ebook dalam berbagai kondisi.

Jutoh diciptakan oleh Harriet dan Julian Smart, dan sudah malang melintang cukup lama di dunia self-publishing, meski jarang mendapat sorotan besar dibanding tool format lainnya.

Sekilas, tool ini terkesan lumayan bikin pusing. Ada kurva belajar yang jelas harus dilalui pengguna baru, yang artinya butuh investasi waktu yang tidak sedikit. Jutoh memang powerful, tapi fitur-fiturnya yang "ramai" ini kemungkinan besar berlebihan untuk kebutuhan penulis self-published pada umumnya.

Berapa Harga Jutoh?

Buy Jutoh

Sebelum memutuskan membeli, penting untuk memahami dulu struktur harga Jutoh secara keseluruhan, karena software ini punya beberapa tingkatan lisensi. Jutoh menawarkan beberapa pilihan pembelian. Ada dua tingkatan: Jutoh Standard Edition dan Jutoh Plus. Saat artikel ini ditulis, Jutoh sudah masuk versi 3. Berikut rincian harganya:

  • Jutoh 3 Standard – $45 untuk akses seumur hidup
  • Jutoh 3 Plus – $90 untuk akses seumur hidup

Versi Plus mencakup semua fitur di versi Standard, ditambah personalisasi buku secara massal, edit kode, template HTML, scripting, dan pesan compile custom.

Selain itu, ada juga dua pilihan upgrade:

  • Upgrade Jutoh 3 – $20
  • Upgrade Jutoh 3 Plus – $45

Beberapa update memang sudah termasuk gratis, tapi untuk peningkatan versi yang lebih besar, pengguna tetap perlu membayar biaya tambahan seperti disebutkan di atas.

Apakah Jutoh Punya Versi Gratis?

Ada versi trial Jutoh yang bisa dipakai siapa saja. Namun, fungsinya terbatas. Setiap bab yang diformat lewat versi trial ini otomatis diberi cap "CREATED BY JUTOH – PLEASE REGISTER TO REMOVE THIS LINE". Jadi kalau tidak keberatan dengan tulisan tersebut muncul di awal tiap bab, versi trial ini bisa dipakai untuk memformat sampai 20 dokumen (bab).

Selama pakai versi trial, akan muncul juga notifikasi berkala yang mengajak pengguna untuk membeli lisensi.

Persyaratan Sistem Jutoh

Jutoh dirancang untuk berjalan di berbagai sistem operasi, di antaranya:

  • Windows – Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Windows 8, Windows 10, dan Windows 11
  • Mac – Yosemite dan Big Sur
  • Linux – 32-bit maupun 64-bit

Jutoh juga bisa dipakai di Chromebook berbasis Intel dengan Linux dalam mode developer. Sampai artikel ini ditulis, software ini belum tersedia untuk perangkat iOS maupun Android.

 

banner rumah edho horizontal kecil

Fitur Utama Jutoh

Jutoh punya cukup banyak fitur di versi terbarunya. Namun, kebanyakan penulis indie kemungkinan besar hanya akan memakai segelintir saja dari fitur-fitur tersebut. Berikut 7 fitur utama Jutoh yang dibahas lebih dalam:

  1. Opsi Impor dan Ekspor
  2. Opsi Pemformatan
  3. Fitur Read-Aloud
  4. Deteksi Error
  5. Target Menulis (Writing Goals)
  6. Pembuatan File ODT
  7. Dukungan Tabel

Opsi Impor dan Ekspor

jutoh Import

Ada banyak pilihan saat mengimpor dan mengekspor file di Jutoh. Format file yang bisa diimpor antara lain DOCX, plain text, ODT, HTML, Markdown, dan CBZ (komik). Jutoh juga bisa mengimpor file EPUB yang sudah ada — format standar ebook secara umum. Karena kebanyakan orang menulis di Word, wajar kalau Jutoh mendukung impor dokumen Word. Tapi kalau ada format file lain yang dipakai, itu juga bisa diimpor.

Untuk ekspor, ceritanya kurang lebih sama. Pilihan ekspornya meliputi EPUB, ODT, MOBI, HTML, CBZ, dan Markdown. Kebanyakan penulis mungkin hanya butuh ekspor ke EPUB, tapi opsi lainnya tetap berguna untuk berjaga-jaga. Setelah proses ekspor selesai, mengecek hasil akhirnya jadi langkah yang tidak boleh dilewatkan — dan untuk itu, aplikasi pembaca ebook offline untuk Windows bisa jadi pilihan praktis untuk memastikan tampilan file EPUB sudah sesuai sebelum dipublikasikan.

Opsi Pemformatan

Jutoh Format

Jutoh punya opsi pemformatan yang berlimpah. Saking banyaknya, kadang bingung harus mulai dari mana. Sayangnya, Jutoh jauh dari kata intuitif. Antarmukanya dirancang untuk bekerja per bab, sehingga menyulitkan kalau ingin mengubah keseluruhan dokumen tanpa harus masuk dan mengedit satu per satu bab. Dan proses itu sendiri pun tidak semudah kelihatannya.

Pengguna bisa membuat style sheet untuk dipakai di satu proyek tertentu, tapi ini butuh waktu dan harus dicari tahu caranya. Beberapa opsi pemformatan juga tidak langsung terlihat di layar kerja, jadi pengguna harus membuka tab pratinjau baru untuk memastikan tampilannya benar, atau meng-compile buku, membukanya, lalu memeriksanya satu per satu.

Meski begitu, ada banyak opsi yang bisa dimanfaatkan — asal mau meluangkan waktu untuk mempelajari cara menerapkannya.

Fitur Read-Aloud

Menyenangkan mengetahui bahwa Jutoh punya fitur read-aloud (baca otomatis). Fitur seperti ini sepertinya akan makin umum ditemukan di berbagai tool menulis seiring berkembangnya teknologi AI.

Suara yang ditawarkan tool ini memang masih terdengar cukup robotik, tapi tetap lebih baik dibanding tidak ada sama sekali. Meski begitu, fitur read-aloud bawaan Microsoft Word saat ini kualitasnya masih lebih unggul.

Deteksi Error

Saat proses compile buku menjadi format EPUB atau format populer lainnya, Jutoh otomatis memeriksa error. Ini fitur yang sangat membantu untuk menemukan hal-hal yang terlewat saat proses editing.

Fitur ini bisa mendeteksi gambar yang terlalu besar, variasi ukuran teks body, tabel yang kebesaran, line break yang tidak sengaja, paragraf kosong, dan link yang tidak berfungsi. Bahkan, fitur ini juga memeriksa apakah daftar isi sudah dibuat atau belum. Sebagai penulis indie, tentu ingin menghasilkan produk terbaik, dan fitur ini membantu mewujudkannya.

Target Menulis (Writing Goals)

Judoh Word Count Goals

Fitur target menulis di Jutoh cukup oke. Ada dua opsi bawaan: menulis buku sepanjang 100.000 kata, atau menulis 1.500 kata per hari.

Tapi pengguna juga bisa menambahkan target sendiri sesuai kebutuhan. Misalnya, kalau ingin membuat target harian 500 kata, itu bisa diatur. Sayangnya, belum ada cara untuk mengatur target berbeda di hari-hari tertentu dalam seminggu. Meski begitu, ini masalah kecil yang gampang disiasati.

Pembuatan File ODT

Meski tidak bisa membuat buku cetak langsung, Jutoh bisa mengekspor file OpenDocument Text (ODT), yang kemudian bisa dipakai untuk membuat PDF. Kalau punya OpenOffice atau LibreOffice, file ODT dari Jutoh bisa dipakai untuk membuat PDF siap cetak. Namun, tetap perlu usaha ekstra untuk memastikan margin sudah pas dan hasil akhirnya terlihat seperti buku cetak profesional.

Dukungan Tabel

Buat penulis nonfiksi yang bukunya banyak berisi grafik dan tabel, kabar baiknya Jutoh mendukung fitur tabel. Tabel bisa diimpor bersama dokumen atau dibuat baru langsung di dalam Jutoh.

Fitur Lain yang Perlu Diketahui

Beberapa fitur berguna lainnya yang layak disebutkan tanpa perlu dibahas mendalam:

  • Tool perencanaan storyboard
  • Format untuk buku fixed layout
  • Fungsi quick view (hanya menampilkan satu bagian/bab dalam satu waktu)
  • Sangat customizable (setelah melewati kurva belajarnya)
  • Table of Contents Wizard (untuk membangun daftar isi)

Yang Disukai dari Jutoh

Meski jauh dari kata software favorit, tetap ada beberapa hal yang patut diapresiasi dari Jutoh.

Harga Terjangkau

Software ini tergolong terjangkau. Sama seperti Atticus, tidak ada biaya langganan bulanan maupun biaya per buku yang diformat. Namun, berbeda dari Atticus, kalau dipakai cukup lama, pengguna harus siap membayar biaya tambahan untuk upgrade versi besar. Satu hal lagi yang perlu diingat soal harga: tool ini tidak mendukung format buku print-on-demand.

Kompatibel dengan Sistem Operasi dan Pengolah Kata Populer

Salah satu nilai plus Jutoh adalah tersedia di Windows, Mac, dan Linux, tanpa perlu lisensi baru untuk tiap sistem berbeda. Satu lisensi berlaku per pengguna, bukan per perangkat atau sistem.

Pilihan format file yang beragam juga jadi nilai tambah. Sebagian besar penulis indie mungkin hanya butuh dua opsi: DOCX dan EPUB, tapi buat yang butuh format lain, Jutoh bisa jadi solusi.

Tips, Resep, dan Prompt Menulis

Jutoh dilengkapi berbagai tips dan prompt menulis yang bisa membantu penulis mengatasi writer's block. Ada juga fitur "resep" (recipes) yang dirancang untuk membantu merencanakan plot cerita. Selain fitur bawaan ini, banyak penulis nonfiksi juga melengkapi proses risetnya dengan aplikasi open source untuk menulis esai atau aplikasi catatan yang dipakai penulis untuk mengorganisir riset dan ide sebelum masuk ke tahap format akhir.

Fitur ini menarik, tapi juga rawan bikin penulis terlena dan lupa fokus menyelesaikan tulisannya. Bisa saja menghabiskan waktu berjam-jam mengecek ide prompt baru atau bermain-main dengan fitur storyboard. Meski terasa seperti kerja produktif, bisa jadi ini cuma bentuk lain dari prokrastinasi.

Tentu saja, semua kembali ke gaya menulis masing-masing orang. Untuk sebagian penulis, fitur ini akan sangat membantu proses kreatif mereka.

Yang Kurang Disukai dari Jutoh

Setelah membahas sisi positifnya, saatnya melihat beberapa kekurangan (yang dirasakan) dari Jutoh.

Antarmuka Jadul

Jutoh sudah ada sejak lama, dan hal ini cukup terlihat jelas sejak pertama kali membuka aplikasinya. Antarmukanya terkesan ketinggalan zaman, bahkan tampilan home screen-nya didesain mirip desktop komputer era awal 2000-an. Meski ini cuma soal kosmetik, hal ini biasanya jadi kesan pertama yang langsung terasa saat mencoba tool ini.

Terlalu Banyak Opsi

Jutoh Home Screen

Ada garis tipis antara "terlalu banyak" dan "cukup". Sayangnya, buat kebanyakan penulis fiksi, Jutoh berada di sisi yang salah dari garis ini. Di dunia self-publishing, sudah terlalu banyak yang perlu dipikirkan. Mulai dari menulis, marketing, sampai desain cover dan editing — hal terakhir yang dibutuhkan penulis indie adalah dibanjiri opsi tambahan saat sekadar ingin mengubah file Word jadi ebook yang rapi.

Dan kalau ada tool lain yang jauh lebih sederhana, rasanya kurang masuk akal memilih tool dengan fitur-fitur yang bahkan mungkin tidak akan pernah dipakai.

Tidak Ada PDF Siap Cetak

Dengan banyaknya tool format yang mendukung ebook sekaligus buku cetak, mudah untuk melupakan fakta bahwa Jutoh hanya untuk pembuatan ebook. Memang, ada opsi ekspor file ODT yang bisa dipakai secara berputar untuk membuat PDF siap cetak, tapi ini artinya kerja ekstra bagi penulis. Ini jadi kekurangan besar, apalagi mengingat penulis yang paham betul bahwa makin banyak format yang ditawarkan, makin besar peluang bukunya laku. Sebagai jalan pintas, banyak penulis lebih memilih memakai software edit PDF yang lebih praktis untuk menghasilkan file siap cetak tanpa proses berputar-putar seperti ini.

Kurva Belajar

Kurva belajar jadi keluhan terbesar soal software Jutoh. Rasanya seperti versi MS Word yang sedikit lebih rumit. Masalahnya, kebanyakan orang sudah bertahun-tahun memakai Word, jadi sudah paham cara pakainya. Buat siapa pun yang belum pernah pakai Jutoh — atau belum terlalu melek teknologi — software pembuat ebook ini butuh waktu untuk dikuasai.

Banyak dokumentasi yang membahas cara pakai fitur pembuatan ebook di Jutoh menyebutkan detail teknis yang mungkin belum familiar bagi pengguna awam. Ini bisa bikin proses belajarnya terasa melelahkan dan menyita waktu.



Apakah Jutoh Cocok untuk Kamu?

Jutoh adalah software yang luar biasa saat pertama kali dirilis lebih dari sepuluh tahun lalu. Waktu itu, Jutoh ada di depan zamannya. Antarmuka yang cukup rumit memang didesain untuk pengguna yang sudah cukup melek teknologi. Tapi sekarang, ketika self-publishing sedang ada di puncak popularitasnya, sudah banyak pilihan lain yang bisa melakukan hal serupa dengan Jutoh, hanya dengan waktu setengahnya (atau bahkan lebih cepat).

Meski begitu, beberapa kemampuan niche Jutoh tetap cocok untuk penulis nonfiksi tertentu. Kalau sedang menerbitkan buku dengan banyak grafik, tabel, gambar, dan catatan kaki/catatan akhir, Jutoh masih layak dipertimbangkan.

Atau, kalau berencana menawarkan jasa format ebook untuk orang lain, mempelajari software ini bisa memperluas jenis buku yang bisa dikerjakan. Kalau memang menghasilkan uang dari software ini, waktu yang dihabiskan untuk mempelajarinya tentu sepadan.

Kesimpulan

Jutoh tetap jadi salah satu software format ebook yang sudah teruji waktu, terutama untuk penulis nonfiksi dengan kebutuhan format kompleks seperti tabel dan gambar. Tapi buat kebanyakan penulis indie yang mengutamakan kecepatan dan kemudahan, kurva belajar yang cukup curam dan ketiadaan opsi PDF siap cetak bisa jadi pertimbangan besar sebelum memutuskan memakai software ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Jutoh

Apakah Jutoh gratis? Jutoh punya versi trial gratis dengan watermark "CREATED BY JUTOH" di setiap bab dan batas maksimal 20 dokumen yang bisa diformat. Untuk fitur penuh tanpa watermark, pengguna perlu membeli lisensi mulai dari $45.

Apakah Jutoh bisa membuat PDF siap cetak? Tidak secara langsung. Jutoh hanya fokus pada pembuatan ebook, tapi pengguna bisa mengekspor file ODT lalu mengolahnya lebih lanjut lewat OpenOffice atau LibreOffice untuk menghasilkan PDF.

Apa perbedaan Jutoh Standard dan Jutoh Plus? Jutoh Plus mencakup semua fitur Standard, ditambah personalisasi buku massal, edit kode, template HTML, scripting, dan pesan compile custom, dengan harga $90 untuk akses seumur hidup.

Apakah Jutoh cocok untuk pemula? Jutoh punya kurva belajar yang cukup curam karena banyaknya opsi dan antarmuka yang kurang intuitif. Pemula yang ingin proses lebih cepat dan sederhana biasanya lebih cocok memakai software seperti Atticus.

Diadaptasi dari tulisan Dave Chesson, yang dimuat di Kindlepreneur, pada 8 April 2026.

Butuh Bantuan Membuat Ebook atau Dokumen Teknis yang Rapi?


Banner Layanan Asisten Virtual
Banner Layanan Asisten Virtual


Memilih software format ebook yang tepat memang cuma langkah awal. Tantangan sesungguhnya sering muncul saat harus menuangkan ide jadi ebook, panduan, atau dokumen teknis yang benar-benar siap dipakai — apalagi kalau waktu dan tenaga sudah habis untuk urusan lain.

Di sinilah dukungan yang tepat bisa jadi penyelamat. Rizal IT Consulting membantu menyusun ebook dan dokumen teknis secara profesional, sekaligus menyediakan layanan asisten virtual dan konsultasi IT untuk kebutuhan Anda sehari-hari — mulai dari instalasi, dukungan teknis, hingga kustomisasi sistem sesuai kebutuhan.

Penasaran seberapa jauh proses kerja bisa jadi lebih ringan? Ceritakan kebutuhan Anda, dan mari cari solusi yang paling pas bersama.


Kontak Kami


 

Kami dapat memperoleh komisi ketika Anda bertransaksi di tautan yang ditampilkan di situs ini. Ikuti saluran kami di Whatsapp untuk info artikel terbaru. Pertanyaan bisnis atau penempatan konten promosi: 0813-8229-7207 | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..

 

🗓️ Sejak 2006 💻 Sabtu - Kamis ⏰ 08-17 WIB ☎️ 0813-8229-7207 📧 Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Banner Layanan Asisten Virtual