Ekstensi Chrome Gratis Ini Membersihkan Google Search-mu: Sembunyikan AI, Iklan, dan Gangguan Lainnya
Bayangkan kamu lagi cari sesuatu yang penting di Google, tapi bagian paling atas halaman hasil pencarian dipenuhi kotak warna-warni, jawaban AI yang panjang, dan blok-blok “tambahan” yang sebenarnya nggak kamu minta.
Itulah dunia setelah hadirnya Google AI Overviews.
Di satu sisi, AI Overviews kadang membantu: kita dapat “ringkasan” cepat tanpa harus buka banyak tab. Tapi di sisi lain, seperti semua AI (dan sebagian situs web), jawaban yang muncul bisa salah, menyesatkan, bahkan berpotensi bahaya. Google sendiri memposisikan AI Overviews sebagai “snapshot” yang memudahkan kita memahami topik dengan cepat, sebelum kita menggali lebih dalam ke situs-situs lain.
Sebagai penulis, marketer, atau pemilik website, ada kekhawatiran lain yang jauh lebih mengganggu: trafik yang selama ini datang ke situs kita pelan-pelan disedot oleh sebuah kotak AI di atas hasil pencarian.
Dan kabar baiknya: solusinya gratis, dan cuma butuh beberapa klik.
DAFTAR ISI
- Masalahnya Bukan Sekadar “Benci AI”, Tapi Soal Akurasi & Trafik
- Kalau Bisa Mematikan AI Overviews, Apa Kamu Mau?
- Solusi: Ekstensi Chrome “Bye Bye Google AI”
- Cara Memasang Bye Bye Google AI di Browser-mu
- “Sebelum” dan “Sesudah” Memasang Ekstensi
- Apakah Bye Bye Google AI Aman Dipakai?
- Apakah Ekstensi Ini Cocok untuk Kamu?
- Bagaimana dengan Dampak ke Ekosistem Web?
- Key Takeaways (Ringkasan Penting)
- Butuh Bantuan Menyesuaikan Strategi SEO di Era AI?
Masalahnya Bukan Sekadar “Benci AI”, Tapi Soal Akurasi & Trafik
David membuka tulisannya dengan perasaan yang cukup relate buat banyak orang tech:
Di satu sisi, AI Overviews kadang berguna. Di sisi lain, mereka juga bisa salah… banget.
Dan ini bukan cuma masalah selera. Ada beberapa hal yang perlu kita garis-bawahi:
1. Sebagian jawaban AI dibuat dari “internet slop”
Perusahaan deteksi AI, Originality.ai, melakukan survei terhadap jawaban AI Overviews dan menemukan:
-
10,4% AI Overviews berasal dari konten yang mereka nilai sebagai AI-generated internet slop — istilah kasarnya: konten AI murahan, asal jadi, kurang terkurasi.
-
52% sitasi yang dipakai AI Overviews justru datang dari sumber di luar 100 besar hasil pencarian untuk kata kunci tersebut — artinya, bukan dari halaman yang algoritma Google sendiri anggap paling otoritatif.
Originality.ai sendiri cukup kredibel di dunia deteksi konten AI. Mereka mengklaim akurasi sangat tinggi dalam membedakan teks manusia vs AI dan banyak dipakai publisher besar sebagai bagian dari audit konten mereka.
Jadi, bukan cuma:
“AI Overviews ngambil data dari mana saja.”
Tapi lebih parah:
“Ia sering mengutip sumber yang bahkan tidak masuk jajaran teratas hasil pencarian organik.”
Buat pemilik website, SEO specialist, dan publisher, ini menimbulkan dua masalah:
-
trafik website turun karena user sudah “puas” di kotak AI.
-
Brand & reputasi informasi jadi ikut terancam kalau user lebih sering mendapat jawaban ngawur dari ringkasan AI.
2. AI Overviews mengurangi insentif orang untuk mengunjungi situs asli
David juga menyoroti satu hal yang mungkin sedang kamu rasakan kalau main di dunia konten:
Google menyedot data dari situs-situs yang capek-capek membuat konten, tapi kemudian mengembalikan lebih sedikit trafik ke sana karena user berhenti di kotak AI.
Ini makin rumit ketika AI Overviews sendiri kadang berhalusinasiberhalusinasi (hallucinate): menjawab seolah-olah yakin, padahal salah. Berbagai laporan menunjukkan, dalam beberapa kasus, click-through rate ke publisher bisa turun drastis ketika AI Overviews diaktifkan di atas hasil pencarian.
Kalau kamu hidup dari konten — blog, portal berita, niche site, atau channel afiliasi — ini bukan sekadar gangguan kecil. Ini menyentuh model bisnis dan masa depan web itu sendiri.
Kalau Bisa Mematikan AI Overviews, Apa Kamu Mau?

Coba bayangkan sebentar:
-
Google Search tanpa kotak AI di paling atas.
-
Tidak ada ringkasan panjang yang kamu tidak minta.
-
Hanya daftar link seperti dulu: biru, hijau, snippet singkat.
Seolah-olah kita naik mesin waktu balik ke 2022.
Kabar baiknya: kamu nggak perlu mesin waktu. Kamu cuma butuh satu ekstensi Chrome gratis bernama Bye Bye Google AI.
Solusi: Ekstensi Chrome “Bye Bye Google AI”

Bye Bye Google AI adalah ekstensi yang dibuat khusus untuk menyembunyikan berbagai elemen “AI dan kawan-kawan” di halaman Google Search.
Secara resmi, di halaman Bye Bye, Google AI di Chrome Web Store, ekstensi ini dijelaskan sebagai cara untuk mematikan AI Overviews, tab diskusi, hingga beberapa blok lain yang mengganggu tampilan hasil pencarian.
Fitur utama yang bisa kamu sembunyikan

Begitu ekstensi terinstal, kamu bisa memilih sendiri elemen apa yang ingin kamu hilangkan dari hasil pencarian Google, misalnya:
-
AI Overviews (ini fitur utama dan alasan ekstensi ini dibuat)
-
Tab AI Mode dan fitur AI lain di halaman hasil
-
Blok “Discussions” atau diskusi komunitas
-
Blok video, shopping, dan panel lain yang kadang lebih mengganggu daripada membantu
-
Bagian “People also ask” (kalau kamu merasa bagian ini terlalu mengalihkan fokus)
Secara default, AI Overviews langsung disembunyikan. Elemen lain bisa kamu aktif/nonaktifkan lewat halaman pengaturan ekstensi.
Cara kerja teknis: cepat, simpel, dan “kasar tapi efektif”

Ekstensi ini bekerja bukan dengan mengubah cara Google mengirimkan data, tapi dengan memodifikasi tampilan halaman yang sudah dimuat di browser kamu:
-
Saat kamu membuka halaman hasil pencarian, AI Overviews muncul sebentar (biasanya kurang dari satu detik).
-
Lalu ekstensi langsung mengubah CSS elemen tersebut menjadi
display: none;, sehingga blok AI “lenyap” dari pandanganmu.
Istilah sederhananya:
“Kontennya tetap dikirim oleh Google, tapi kamu tidak dipaksa melihatnya.”
Secara ideal, memang enak kalau ekstensi bisa memodifikasi DOM di “lapisan tersembunyi” dulu sebelum halaman dirender. Tapi batasan kemampuan ekstensi Chrome membuat pendekatan CSS ini jadi solusi yang paling realistis dan tetap ringan.
Cara Memasang Bye Bye Google AI di Browser-mu

Kalau kamu terbiasa install ekstensi, langkah-langkah ini akan terasa sangat familiar:
-
Buka Chrome Web Store di browser berbasis Chromium (Google Chrome, Edge, Brave, Vivaldi, dan sejenisnya).
-
Di kolom pencarian, ketik “Bye Bye, Google AI: Turn off Google AI Overviews, Discussions and Ads” atau cukup “Bye Bye Google AI”.
-
Buka halaman resmi ekstensi yang menampilkan deskripsi seperti “Turn off Google AI Overviews, Discussions and Ads”.
-
Klik Add to Chrome → Add extension.
-
Setelah terpasang, kamu bisa:
-
Membiarkannya berjalan dengan pengaturan default (AI Overviews langsung disembunyikan), atau
-
Membuka menu ekstensi lalu mengatur elemen mana saja yang ingin kamu sembunyikan.
-
Untuk pengguna di Indonesia, pengalaman ini akan terasa familiar: sama seperti saat kamu memasang ekstensi adblock, password manager, atau tool SEO di browser kerja sehari-hari.
“Sebelum” dan “Sesudah” Memasang Ekstensi

Dalam artikel aslinya, David menampilkan beberapa screenshot:
-
Pencarian tanpa ekstensi: halaman penuh dengan kotak AI Overview di bagian atas.
-
Pencarian dengan Bye Bye Google AI aktif: kotak AI tersebut hilang, dan pandanganmu langsung jatuh ke daftar link organik.
Di beberapa contoh lain, ia juga menunjukkan bagaimana ekstensi ini bisa tetap membiarkan bagian tertentu, seperti “People also ask”, tetap tampil kalau kamu merasa bagian itu masih berguna. Ini cocok buat kamu yang tidak ingin “membantai” semua fitur Google, hanya ingin menyingkirkan bagian yang paling mengganggu fokus.
Apakah Bye Bye Google AI Aman Dipakai?
Ini poin penting, terutama kalau kamu peduli soal keamanan ekstensi browser.
Beberapa waktu lalu, ZDNET menerbitkan artikel yang menyarankan agar pengguna mematikan semua ekstensi untuk alasan keamanan, lalu hanya mengaktifkan yang benar-benar tepercaya. David mengakui ia masih menggunakan ekstensi, karena:
-
Ekstensi itu force multiplier: menghemat waktu dan membuat pekerjaan lebih efisien.
-
Kuncinya adalah memilih ekstensi dari sumber yang jelas dan pengembang yang bisa dipercaya.
Nah, di sini Bye Bye Google AI punya beberapa poin plus:
-
Pengembangnya jelas
Ekstensi ini dibuat oleh Avram Piltch, seorang editor senior di salah satu situs teknologi besar dan rekan David sendiri di industri media teknologi. Bukan nama random di internet. -
Puluhan ribu pengguna
Di artikel tersebut, David menyebut bahwa ekstensi ini sudah digunakan oleh lebih dari 50.000 pengguna, angka yang menunjukkan adopsi yang cukup luas di komunitas. -
Fungsi yang relatif sederhana
Ekstensi ini tidak menjanjikan fitur macam-macam yang mencurigakan. Fokus utamanya: memodifikasi tampilan halaman Google Search, bukan mengakses data sensitif lain. Deskripsi publiknya juga menyatakan ia hanya mem-filter elemen seperti AI overviews, diskusi, dan blok lainnya lewat CSS.
Tentu saja, prinsip dasar keamanan tetap berlaku:
-
Jangan pasang terlalu banyak ekstensi.
-
Rutin audit ekstensi yang terpasang.
-
Hanya gunakan ekstensi yang benar-benar kamu butuhkan untuk workflow harianmu.
Apakah Ekstensi Ini Cocok untuk Kamu?
Coba cek, apakah kamu termasuk salah satu dari profil berikut:
-
SEO specialist, content marketer, atau publisher yang ingin mengecek halaman hasil pencarian secara “murni” tanpa distraksi AI.
-
Penulis dan blogger yang peduli pada masa depan open web dan ingin user tetap mengunjungi situs, bukan berhenti di kotak AI.
-
Pengguna yang sering fact-check dan tidak ingin terjebak percaya begitu saja pada jawaban AI yang terdengar meyakinkan, tapi belum tentu benar.
-
Power user Google Search yang terbiasa scan banyak hasil, pakai operator pencarian, dan merasa AI Overviews justru memperlambat alur kerja.
Kalau kamu mengangguk di salah satunya, kemungkinan besar ekstensi ini akan terasa sangat natural di alur kerja harianmu.
Di sisi lain, kalau kamu:
-
Suka ringkasan cepat dan jarang butuh mendalami banyak sumber,
-
Atau sedang eksplor topik baru dan ingin gambaran besar terlebih dahulu,
maka AI Overviews mungkin tetap berguna untukmu. Dalam kasus ini, kamu bisa saja tidak memasang ekstensi atau menyalakannya hanya saat perlu fokus tertentu (misalnya saat audit hasil pencarian sebagai bagian dari pekerjaan SEO).
Bagaimana dengan Dampak ke Ekosistem Web?
Salah satu pertanyaan penting yang diajukan David di akhir tulisannya adalah soal trafik dan keadilan:
-
Apakah wajar jika Google mengambil konten dari berbagai situs, menjadikannya ringkasan AI, lalu mengurangi klik ke situs-situs tersebut?
-
Apakah ini sejalan dengan semangat web terbuka yang sejak dulu mempersilakan orang berbagi, tapi tetap menghargai sumber aslinya?
Ekstensi seperti Bye Bye Google AI tidak menyelesaikan semua masalah itu di level sistem, tapi:
-
Memberi kontrol kembali ke pengguna,
-
Menjadi semacam “vote” pribadi:
“Saya lebih memilih mengunjungi situs asli ketimbang membaca ringkasan AI di atasnya.”
Bagi pemilik website dan pekerja konten di Indonesia, ini juga bisa jadi momen refleksi:
-
Apakah strategi SEO kita hanya mengandalkan posisi di SERP klasik?
-
Atau kita sudah mulai memikirkan cara agar brand, komunitas, dan value yang kita tawarkan lebih dari sekadar “klik dari Google”?
Key Takeaways (Ringkasan Penting)
-
Bosan dengan Google AI Overviews? Kamu tidak sendirian. Banyak pengguna merasa fitur ini mengganggu alur pencarian dan berpotensi menurunkan kualitas informasi yang mereka terima.
-
Bye Bye Google AI adalah ekstensi Chrome gratis yang bisa menyembunyikan AI Overviews dan elemen lain yang tidak kamu inginkan dari halaman Google Search.
-
Ekstensi ini dibuat oleh pengembang yang kredibel di industri teknologi dan sudah digunakan puluhan ribu orang, dengan fungsi yang relatif sederhana dan transparan.
-
Bagi pemilik situs, marketer, dan publisher, ekstensi ini membantu melihat kembali hasil pencarian dengan perspektif “klasik”, sehingga lebih mudah menganalisis dampak AI terhadap trafik organik.
-
Pada akhirnya, ekstensi seperti ini adalah cara praktis untuk mengambil kembali kendali pengalaman pencarianmu, sambil tetap menyadari bahwa perdebatan tentang AI, hak cipta, dan masa depan web masih jauh dari selesai.
Atribusi
Artikel ini merupakan terjemahan bebas dan adaptasi dari:
“This free Chrome tool cleans up your Google searches – hide AI, sponsored links, and more.”
oleh David Gewirtz, diterbitkan di ZDNET pada 5 September 2025.
Butuh Bantuan Menyesuaikan Strategi SEO di Era AI?
Kalau setelah membaca artikel ini kamu merasa, “Wah, dunia search makin chaos, gimana nasib trafik websitenku?”, kamu nggak sendirian. Perubahan seperti Google AI Overviews dan eksperimen AI lainnya bikin strategi SEO klasik saja sudah tidak cukup — perlu pendekatan yang lebih adaptif, terukur, dan tahan banting di era AI.
Di sinilah Rizal IT Consulting bisa bantu kamu.
Bukan sekadar “jasa SEO”, tapi partner diskusi yang bantu kamu:
-
Memetakan ulang strategi konten dan SEO di tengah agresifnya fitur AI di mesin pencariMengoptimalkan struktur situs, artikel, dan internal link agar tetap relevan di mata user dan algoritma
-
Membaca data trafik (Google Search Console, Analytics, dll.) dengan cara yang gampang dicerna, lalu menerjemahkannya jadi langkah taktis yang realistis buat bisnismu
Pendekatannya fleksibel: bisa sesi konsultasi ringan untuk brainstorming, bisa juga pendampingan lebih intensif untuk tim konten/marketing yang ingin upgrade cara kerja mereka.
Kalau kamu ingin ngobrol santai dulu soal kondisi websitemu, rencana konten, atau sekadar ingin second opinion sebelum ambil keputusan, silakan kontak:
Rizal IT Consulting
Email:
WhatsApp: 0857-1587-2597 | 0813-8229-7207
Operasional: Sabtu–Kamis, 08.00–17.30 WIB
Layanan tersedia online untuk seluruh Indonesia
Supaya saya bisa bantu lebih tepat sasaran, kamu paling ingin difokuskan ke bagian mana dulu: audit SEO & konten, strategi artikel baru, atau pendampingan rutin untuk timmu?
Blog ini didukung oleh pembaca. Rizal IT Consulting dapat memperoleh komisi afiliasi ketika Anda bertransaksi di tautan yang ditampilkan di situs ini. Ikuti kami juga di Google News Publisher untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru. Info lanjut, kolaborasi, sponsorship dan promosi, ataupun kerjasama, bisa menghubungi: 0857-1587-2597 | 0813-8229-7207 | .